Kemuliaan Al-Qur’an Berdampak Pada Kemuliaan Sesuatu yang Berkaitan dengannya

FacebookTwitterGoogle+

Salah satu cara supaya umat Islam memperoleh kemajuan ialah dengan membaca, mempelajari serta mengamalkan Al-Qur’an. Sebaliknya, kemunduran umat Islam sekarang ini ialah karena jauh dari Al-Qur’an serta tidak mencintainya. Sebab dengan Al-Qur’an-lah Allah akan memuliakan suatu kaum dan menghinakan kaum yang lainnya.

Karena itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang bagaimana Allah memuliakan manusia dengan Al-Qur’an, dan apa saja yang menjadi keutamaan membacanya. Yuk simak langsung pembahasannya berikut ini:

Allah akan Memuliakan Orang yang Memuliakan Al-Qur’an

Mulianya waktu, tempat atau manusia ialah karena Al-Qur’an. Maksdunya ialah, bahwa waktu terbaik ialah ketika AL-Qur’an diturunkan, dan tempat terbaik ialah di mana Al-Qur’an dibacakan. Begitupun dengan manusia, manusia terbaik ialah yang memuliakan Al-Qur’an dengan mempelajari, mengamalkan dan mengajarkannya.

Tentu kita mengetahui bahwa bulan Ramadhan adalah penghulunya para bulan. Sama halnya dengan laitlatul qadar, malam tersebut merupakan yang terbaik dari ratusan malam selama setahun. Mengapa demikian? Karena, ternyata bulan Ramadhan dan Laitul Qadar adalah waktu dimana Allah SWT menurunkan Al-Qur’an.

Artinya bahwa waktu yang di sana ada Al-Qur’an, maka waktu tersebut akan menjadi mulia dengannya. Begitupun dengan tempat, tentu tidak akan sama jika kita bandingkan antara rumah yang dibacakan Al-Qur’an dan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya. Allah akan memberikan kemulian terhadap rumah yang ada bacaan Al-Qur’an dengan menjadikan rumah tersebut seperti bintang yang bersinar.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur’an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”. (HR. Ahmad, Ash-Shahihah No 3112).

Nah begitulah Allah SWT telah memberikan keutamaan dan kemulian terhadap waktu dan tempat karena adanya Al-Qur’an. Maka wajar Nabi Muhammad bersabda; “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” Karena dengan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an sudah tentu orang tersebut akan dekat dengan Al-Qur’an dan juga selalu dekat dengan rahmat Allah SWT.

Jadi, siapapun kita, baik itu dokter, guru, karyawan, pelajar ataupun yang lainnya jika ingin menjadi seorang yang Allah muliakan, maka dekatkanlah diri kita kepada Al-Qur’an. Orang yang dekat dan selalu bersama Al-Qur’an akan berbeda dengan mereka yang jauh dari Al-Qur’an.

Keutamaan Bagi Para Pembaca Al-Qur’an

Salah satu amalan yang sangat ditekankan bagi seorang muslim ialah memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Hal itu karena ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan jika kita senantiasa membersamai Al-Qur’an. Keutamaan tersebut antara lain ialah bahwa nanti di hari Kiamat Al-Qur’an akan datang memberikan syafaat.

Nabi Muhammad bersabda; “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

Begitupun keutamaan orang yang mahir dalam melantuntkan bacaan Al-Qur’an, dia akan bersama dengan para malaikat yang mulia. Bahkan jika seseorang tersebut masih dalam tahap belajar, dimana dia masih keseusahan membaca Al-Qur’an dan bacaannya belum baik, orang tersebut tetap mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda; “Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.”[Al-Bukhari 4937, Muslim 244]

Di hadits lain pun Nabi telah memberikan perumpamaan antara orang yang rajin membaca Al-Qur’an dan tidak. Perumpamaan muslim yang rajin bertilawah ialah seperti buah Al-Atrujah yang memiliki aroma wangi dan enak rasanya. Akan tetapi, muslim yang tidak rajin bertilawah ialah seperti buah kurma, dimana buah tersebut memiliki rasa yang manis namun tidak memiliki aroma wangi.

Menjadi seorang muslim memang merupakan anugerah terbesar yang tidak semua manusia mendapatkannya. Akan tetapi untuk menyempurnakan keislaman tersebut, seorang muslim diperintahkan untuk senantiasa membersamai Al-Qur’an. Jadilah muslim yang memberikan aroma wangi dengan menjadi rajin dan selalu bertilawah, sehingga orang lain akan tahu bagaimana manisnya Al-Qur’an.

Itulah pembahasan tentang kemulian Al-Qur’an dan keutamaan bagi para pembacanya. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam keseharian, karena membaca, mentadabburi dan mengamalkannya merupakan salah satu ibadah terbaik yang bisa kita lakukan. Nah jika Anda merasa informasi ini bermanfaat, silahkan share kepada keluarga dan teman Anda. Terimakasih!!

 

Powered by LTQ Al-Hikmah

FacebookTwitterGoogle+

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *