MENYESALLAH SEKARANG..!!

FacebookTwitterGoogle+

Waktu begitu cepat belalu tanpa kita sadari, seiring bertambahnya hari, bulan dan tahun, semakin habis masa kita di dunia ini, dan tak terasa pula dosa-dosa sudah kian bertambah, apa persiapan kita untuk menemui Allah Sang pemilik jiwa ini. Sanggupkan kita menjawab serta mempertanggugjawabkan semua yang sudah kita lakukan selama hidup ini?Tetapi dibalik dosa manusia yang kian bertambah seiring bertambahnya usia mereka, Allah selalu membuka jalan agar mereka bertaubat kepadaNya, menunggu setiap jiwa menghadap kepadaNya dan meminta ampunanNya.
Tak mungkin kita kembali kemasa lalu yang sudah kita isi hari-hari dengan kesalan dan dosa, dan menggantinya dengan perbuatan baik,
tetapi kitapun tak sanggup untuk mempertanggungjawabkan setiap dosa yang sudah kita lakukan, lantas apakan yang harus kita lakukan untuk bertaubat dari masa lalu yang penuh dengan dosa itu? Berikut perbincangan seorang Ulama dengan seorang dalam masalah tersebut, mari kita simak.
Fudhoil bin ‘Iyadh suatu hari bertanya kepada seorang laki laki : “Berapa umurmu telah berlalu?”
Lelaki trsbt menjawab : “60 tahun”.
Fudhoil berkata :”Engkau selama 60 tahun berjalan menuju Rabbmu dan engkau hampir mencapainya”
Lelaki itu berkata “Innalillaahi wainnailaihi raji’uun”.
Fudhoil bertanya :”Apakah kau tahu maknanya?
Engkau telah mengatakan: “Sesungguhnya kita hamba Allah semata, dan kepadaNyalah kita kembali. Barang siapa telah mengetahui bahwa dirinya hamba Allah dan hanya kepadaNyalah dia kembali, maka hendaknya dia juga mengetahui bahwa dia akan berdiri dihadapanNya, barangsiapa mengetahui dirinya akan berdiri dihadapanNya, ketahuilah bahwa dia akan ditanya, maka persiapkanlah jawaban untuk pertanyaan pertanyaan tersebut”.
Lelaki itu bertanya,”Lalu bagaimana jalan keluarnya?”
Fudhoil menjawab : “Mudah”
Dia bertanya lagi : “Apa itu?”
Fudhoil menjawab : “Perbaikilah kehidupanmu yang masih tersisa, semoga Allah mengampuni apa apa yang telah lewat. Sebab,sesungguhnya apabila engkau berbuat jelek pada masa-masa yang tersisa ini, engkau akan dibalas dengan perbuatan perbuatanmu yang kamu lakukan dulu dan pada masa-masa yang tersisa ini.” (setyawan ‘17)
Jaami’ul u’lum wal hikam halaman 519..

FacebookTwitterGoogle+

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *