Sejarah

FacebookTwitterGoogle+

Pada awalnya LTQ Al Hikmah hanyalah berupa sebuah halaqoh kecil yang sifatnya nonformal di Masjid Al Hikmah. Halaqoh Tahsin itu berjalan setiap ba’da Shalat Fardhu. Halaqoh tersebut terus berjalan selama kurang lebih dua tahun, dari tahun 1990 – 1992. Semakin lama peminatnya semakin bertambah, dan sistem yang ada dirasa belum bekerja secara maksimal.

Maka di awal tahun 1992, diusulkanlah sebuah bentuk lembaga Al Qur’an yang resmi. Pendiri Lembaga Tahfizh Al Qur’an adalah :

  1. H. Abdul Hasib Hasan, Lc.
  2. Abdul Aziz Abdur Rouf Al Hafizh, Lc.
  3. Sofyan Nur Al Hafizh.

Ketiga tokoh ini, dibantu dengan tokoh-tokoh lain yang memiliki fikroh dan ghiroh Al Qur’an yang tinggi, mulai merintis LTQ Al Hikmah sebagai pelopor Lembaga Tahfizh Qur’an di daerah Jakarta dan sekitarnya. Secara bertahap dan penuh kesabaran kegiatan berinteraksi dengan Al Qur’an mulai dikenalkan kepada masyarakat Jakarta yang secara umum masih asing dengan kegiatan ini.

Tentu banyak lembaga-lembaga lain yang telah memulai dakwah ini. Dan pengaruhnya tentu nampak dalam kehidupan masyarakat Jakarta. Namun LTQ Al Hikmah yang perjalanannya beriringan dengan Gerakan Dakwah Tarbiyah di Indonesia, memberikan pengaruh yang tak bisa dianggap kecil dalam Dakwah Al Qur’an di Jakarta.

Beberapa kegiatan mulai populer seiring berkembangnya LTQ Al Hikmah; Halaqoh Tahsin dan Tahfizh Al Qur’an, Qiyamullail dan Tarawih satu Juz, Tasmi’ khatmul Qur’an, Dauroh Al Qur’an, Mabit dan lain sebagainya.

Dan sampai tahun 2014 ini tercatat sudah lebih dari 10.000 orang yang pernah menjadi siswa LTQ Al Hikmah yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga dan lain-lain.

FacebookTwitterGoogle+